Renungan Malam Ku
Renungan Malam Ku
Di sunyiku malam ini, aku duduk sendiri.
Aku menimbang setiap niat, setiap kata, setiap langkah.
Apakah aku sudah berjalan lurus, ataukah aku tersesat karena ego?
Aku ingat: perbedaan pendapat itu rahmat.
Tidak semua orang harus sejalan denganku, karena kebenaran kadang datang dari sisi yang tak kusangka.
Aku pegang niatku: mencari ridha-Nya, bukan pujian manusia.
Aku ingin akhir terbaik — bukan sekadar menang, tapi selaras dengan yang Maha Benar.
Jika langkahku hari ini salah, biarlah malam menjadi cermin.
Jika hatiku tergelincir, biarlah sunyi menjadi pengingat.
Dan aku percaya… setiap usaha memperbaiki diri, sekecil apapun, adalah jalan menuju yang abadi.
Akhirku, insyaAllah, adalah tempat di mana kedamaian sejati menunggu.



Komentar