My first love
My First Love –
Di senyapnya senja , ketika matahari malu-malu menyingkirkan, tirai cahaya di antara daun, aku bertemu dengannya. Bukan yang sempurna, tapi hadirmu seperti angin lembut yang membelai daun-daun kering, membuat dunia terasa ringan dan baru.
Setiap pertemuan adalah puisi tanpa kata—tawa yang tak sengaja, sapaan canggung, dan tatapan yang membuat hatiku bergetar. Aku belajar: cinta bukan sekadar rasa yang menggelegak, tapi keberanian untuk menaruh hati di tangan orang lain, dengan sabar, tulus, dan penuh hormat.
Namun cinta itu tetap setengah utuh. Ada rahasia sederhana yang kerap luput dari pikiranku: tiga kata itu—tiga kata yang jika tak diucapkan, cinta tak akan pernah menjadi apa-apa. Senyumku, perhatianku, doa yang kutitipkan, semua terasa hampa tanpa pengakuan itu. Cinta, aku sadari, bukan hanya soal hati yang berdebar, tapi soal keberanian untuk menyalakan kata agar hati lain tahu kedalaman jiwamu.
Aku menunggu, bukan karena takut kehilangan, tapi karena belajar menyerahkan waktu dan takdir pada-Nya. Dalam kesunyian malam, aku merenung: mungkin setiap detik penantian adalah sekolah bagi jiwa, agar kelak bisa menerima dan memberi dengan penuh hikmat.
Dan akhirnya… ketentuan-Nya datang. Dalam cara yang tak terduga, aku dipertemukan dengan dia—yang sehangat cahaya fajar, yang sebaik harapan hatiku, yang hadir dalam ridha-Nya.
Cinta yang dulu rapuh kini berakar kuat, bukan lagi mimpi, bukan lagi sekadar harapan.
Kini, setiap tatapan, setiap kata, setiap senyum, adalah simfoni yang menyatukan dua hati. Aku belajar bahwa cinta sejati bukan soal memaksakan perasaan, tapi menyerahkan diri pada ketentuan-Nya, percaya bahwa yang terbaik akan datang tepat pada waktunya.
Dan seperti dongeng yang hidup di antara langit dan bumi, kami berjalan bersama—kadang biasa, kadang ajaib—tapi selalu dalam harmoni. Cinta pertama, yang dulu hanya kerinduan dan penantian, cinta yang kini menjadi fondasi yang menuntunku ke kebahagiaan yang abadi. Lalu kami hidup bahagia… sampai akhir jaman.
Happily ever and after . Like a fairy tale
The End



Komentar