Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Cipratan air dan Coca cola

 Cipratan Air dan Coca-Cola Waktu kecil, sahur adalah peperangan kecil setiap dini hari. Bukan perang melawan lapar, tapi melawan kantuk. Selimut terasa lebih setia daripada panggilan dapur. Suara ayah sudah terdengar dari ruang tengah, lembut tapi tegas. “Bangun… sahur dulu.” Aku bergeming. Lalu jurus andalannya datang. Bukan marah. Bukan bentakan. Hanya segelas air di tangan, dan… byur! Cipratan kecil mendarat di wajahku. Aku tersentak. Kesal? Iya. Tapi manjur. Selalu manjur. Sejak umur sekitar sepuluh tahun, puasa menjadi kewajiban yang tak pernah lepas dari hidupku. Bahkan sebelum benar-benar paham maknanya, aku sudah menjalaninya. Diajari sedikit demi sedikit—setengah hari dulu, lalu penuh. Rasanya berat. Haus panjang, perut kosong, waktu berjalan lebih lambat dari biasanya. Tapi didikan itu menanamkan kebiasaan. Dan kebiasaan, lama-lama, menjadi bagian dari diri. Baru ketika dewasa aku menyadari: puasa terasa berat kalau hanya dijalani sebagai rutinitas. Ia menjadi ringan ket...

Postingan Terbaru

My first love

Renungan Malam Ku

Koperasi Merah Putih: Ekonomi Berputar, Desa Menguat

MBG belum selektip, resiko gagal sasaran

Jadi arsitek System bukan pemain pasar

Renungan anak yang kini sudah tua

Pertanian kuat lahir dari system bukan subsidi

Negara sebagai Arsitek system pembangunan pertanian

AI itu alat, baik buruk tergantung pengguna

Lepaskan,, tenanglah