Renungan anak yang kini sudah tua
Renungan Seorang Anak yang Menjadi Tua Aku bukan penyanyi, hanya lelaki yang kadang bernyanyi agar sunyi tidak terlalu bising. Aku bukan penulis besar, hanya tangan yang ingin menuliskan apa yang bergetar di dalam dada sebelum ia mengendap menjadi sepi. Usiaku menua, tapi rinduku tetap muda— rindu pada ayah yang tak banyak bicara namun hatinya luas seperti halaman rumah yang selalu cukup untuk semua keluarga. Aku anak kesayangannya— atau mungkin hanya merasa begitu, dan perasaan itu sudah cukup menjadi rumah. Kini aku tak perlu menjadi hebat di mata dunia. Cukuplah aku menjaga cara berpikir, cara berempati, cara membersihkan hati seperti yang diam-diam beliau ajarkan. Kadang suaraku tak sejernih dulu. Kadang kalimatku tak selugas dulu. Tapi selama nurani masih ingin bersuara, aku tahu aku belum benar-benar hilang. Aku tak ingin bergantung pada tepuk tangan. Tak ingin sibuk membuktikan. Aku hanya ingin mengingat Allah dengan tenang, menyanyi bila rindu datang, menulis bila hati pen...









