Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

MBG belum selektip, resiko gagal sasaran

  MBG belum selektip  dan juga belum ada jaminan bahwa  anggaran 10 rb benar masuk seluruhnya untuk jadi makanan bergizi, tidak disewengkan  Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ramai dibicarakan. Ide dasarnya tentu mulia: memberi anak-anak sekolah tambahan gizi agar tumbuh sehat dan cerdas. Namun, pertanyaan penting muncul—apakah program ini benar-benar relevan untuk semua, atau justru lebih efektif bila lebih selektif?   Mari kita lihat kenyataan di lapangan. Anak SMA, misalnya, sudah melewati fase pertumbuhan kritis. Tambahan nutrisi di usia ini tidak lagi signifikan untuk tinggi badan maupun kecerdasan. Di sekolah elite, anak-anak terbiasa membawa bekal bergizi dari rumah. Bagi mereka, MBG hanya jadi bonus, bukan kebutuhan. Sebaliknya, di keluarga miskin, porsi MBG yang hanya sekitar 30% dari kebutuhan harian sering tidak cukup. Apalagi jika dua kali makan di rumah kualitasnya rendah, maka dampak MBG bisa terasa sia-sia.   Masalah lai...

Postingan Terbaru

Jadi arsitek System bukan pemain pasar

Renungan anak yang kini sudah tua

Pertanian kuat lahir dari system bukan subsidi

Negara sebagai Arsitek system pembangunan pertanian

AI itu alat, baik buruk tergantung pengguna

Lepaskan,, tenanglah

Dari siaga ke tenang ( seri penutup)

Penyakit Boongan (lanjutan)

Penyakit Boongan vs Penyakit Sungguhan (serie 1)

Koloborasi dua dunia Sunyi tapi bermakna