Bergizi kah MBG
Bergizi kah MBG Saya ingin mempertegas di awal: Saya tidak anti Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai praktisi teknologi pangan, saya justru melihat ini sebagai peluang emas untuk memperbaiki kualitas SDM kita. Namun, sebuah program besar tanpa benchmarking yang jujur dan penyempurnaan teknis hanya akan menjadi pemborosan APBN yang sia-sia. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah besar, namun tanpa "jangkar" standar mutu yang jelas, ia berisiko menjadi program bagi-bagi kalori kosong. Saya tidak anti MBG, namun sebagai praktisi pangan, saya ingin program ini akurat. Bagaimana kita memastikan Rp 300 Triliun APBN benar-benar berubah jadi kecerdasan, bukan sekadar rasa kenyang yang bikin ngantuk? Kita perlu belajar dari Mekanisme Standar dan Audit Dampak yang dilakukan India dan Cina. 1. Menentukan "Standar Mutu Gizi": Gramasi, Bukan Harga Kesalahan fatal adalah menentukan standar berdasarkan harga (Rp15.000). Standar harus ditentukan berdasarkan Grama...




















