SENJA PEMIKIRAN
SENJA PEMIKIRAN Ada seorang lelaki yang menganggap usianya sebagai bonus. Ia lahir di akhir 1940-an, pada masa ketika hidup tidak semudah sekarang. Statistik pada zamannya tidak ramah. Orang dengan kelahiran seperti dirinya memiliki harapan hidup hanya sekitar 60 puluhan. Banyak seangkatan nya yang tidak sampai enam puluh. Di keluarganya sendiri, lelaki-lelaki jarang melewati tujuh puluh enam. Namun ia kini berdiri di angka jelang 80 tahun Ia tidak menyebutnya prestasi. Ia menyebutnya tambahan waktu. Lelaki itu pernah sakit keras. Kondisi kesehatan pernah membuatnya berhenti kuliah setahun. Demam tinggi dengan leukosit melonjak pernah mendekatkannya pada ruang rawat yang sunyi. Infeksi, dehidrasi, berbagai peringatan tubuh pernah datang silih berganti. Anehya, pada sakit-sakit besar itu ia tidak terlalu memikirkan kematian. Ia sibuk bertahan. Kini, d...









