Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Bergizi kah MBG

 ​ Bergizi kah MBG  Saya ingin mempertegas di awal: Saya tidak anti Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai praktisi teknologi pangan, saya justru melihat ini sebagai peluang emas untuk memperbaiki kualitas SDM kita. Namun, sebuah program besar tanpa benchmarking yang jujur dan penyempurnaan teknis hanya akan menjadi pemborosan APBN yang sia-sia. ​Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah besar, namun tanpa "jangkar" standar mutu yang jelas, ia berisiko menjadi program bagi-bagi kalori kosong. Saya tidak anti MBG, namun sebagai praktisi pangan, saya ingin program ini akurat. ​Bagaimana kita memastikan Rp 300 Triliun APBN benar-benar berubah jadi kecerdasan, bukan sekadar rasa kenyang yang bikin ngantuk?  Kita perlu belajar dari Mekanisme Standar dan Audit Dampak yang dilakukan India dan Cina. ​1. Menentukan "Standar Mutu Gizi": Gramasi, Bukan Harga ​Kesalahan fatal adalah menentukan standar berdasarkan harga (Rp15.000). Standar harus ditentukan berdasarkan Grama...

Postingan Terbaru

MBG Indonesia vs India sebuah kontras

Tubuh melemah iman menguat

Gizi di Atas Kertas vs Fakta di Atas Ompreng

Perbandingan Program Makan Gratis

Fair trade, kontrak dan koperasi usaha kecil

SENJA PEMIKIRAN

Cipratan air dan Coca cola

My first love

Renungan Malam Ku

Koperasi Merah Putih: Ekonomi Berputar, Desa Menguat

MBG belum selektip, resiko gagal sasaran

Jadi arsitek System bukan pemain pasar

Renungan anak yang kini sudah tua

Pertanian kuat lahir dari system bukan subsidi

Negara sebagai Arsitek system pembangunan pertanian

AI itu alat, baik buruk tergantung pengguna

Lepaskan,, tenanglah

Dari siaga ke tenang ( seri penutup)

Penyakit Boongan (lanjutan)

Penyakit Boongan vs Penyakit Sungguhan (serie 1)

Koloborasi dua dunia Sunyi tapi bermakna