Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Tubuh melemah iman menguat

Kini aku belajar bahwa tubuh bukan lagi sahabat yang selalu patuh. Ia berjalan lebih lambat dari keinginanku, sembuh lebih lama dari harapanku. Dua puluh tahun lalu di sebuah kamar rumah sakit aku menyaksikan seorang anak muda datang dengan luka yang lebih berat dariku. Ia menerima transfusi, namun beberapa hari kemudian suaranya sudah terdengar riang bernyanyi di kamar mandi. Sementara aku— yang datang lebih dulu, yang sakitnya bahkan tak seberat itu— masih belum mampu mandi sendiri. Waktu berlalu. Kini usia menua. Setiap sakit terasa lebih panjang, setiap sembuh terasa lebih jauh. Ada saat hati hampir berkata: cukup. Namun putus asa selalu buntu jalannya. Ia tak membawa kita ke mana-mana. Maka aku bangkit lagi, meski perlahan. Kulihat dunia di sekelilingku begitu banyak yang lebih muda, namun memikul penderitaan yang bahkan lebih berat. Di sana aku belajar bahwa yang paling menyokong hidup bukanlah kekuatan tubuh, melainkan kesabaran dan iman yang tidak goyah. Ya, sakit yang panjang ...

Postingan Terbaru

Gizi di Atas Kertas vs Fakta di Atas Ompreng

Perbandingan Program Makan Gratis

Fair trade, kontrak dan koperasi usaha kecil

SENJA PEMIKIRAN

Cipratan air dan Coca cola

My first love

Renungan Malam Ku

Koperasi Merah Putih: Ekonomi Berputar, Desa Menguat

MBG belum selektip, resiko gagal sasaran

Jadi arsitek System bukan pemain pasar

Renungan anak yang kini sudah tua

Pertanian kuat lahir dari system bukan subsidi

Negara sebagai Arsitek system pembangunan pertanian

AI itu alat, baik buruk tergantung pengguna

Lepaskan,, tenanglah

Dari siaga ke tenang ( seri penutup)

Penyakit Boongan (lanjutan)

Penyakit Boongan vs Penyakit Sungguhan (serie 1)

Koloborasi dua dunia Sunyi tapi bermakna

Bahagia ditengah tantangan

Rendang juara dunia tapi kenapa belum mendunia

Berani bermimpi Mampu mewujudkan

HILIRISASI : Indonesia masih mimpi Vietnam sudah terbukti