Berani bermimpi Mampu mewujudkan

 Berani Bermimpi, Mampu Mewujudkan


Be a High Achiever  






Bung Karno pernah berkata, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”  

Kalimat ini bukan sekadar ajakan untuk bermimpi, melainkan panggilan untuk menetapkan standar hidup yang tinggi—untuk menjadi pribadi yang berani menantang batas dirinya.  


David McClelland, psikolog ternama dari Harvard, membagi motivasi manusia ke dalam tiga jenis utama:  

1. Motivasi Kekuasaan (Power Motivation) – dorongan untuk memengaruhi, memimpin, atau mengendalikan orang lain.  

2. Motivasi Afiliasi (Affiliation Motivation) – keinginan untuk diterima, disukai, dan terhubung secara sosial.  

3. Motivasi Pencapaian (Achievement Motivation) – semangat untuk menaklukkan tantangan, mencapai standar tinggi, dan membuktikan kemampuan diri.  


Dari ketiganya, hanya motivasi pencapaian yang terbukti konsisten melahirkan kemajuan nyata—baik bagi individu maupun bangsa.  


Orang-orang dengan semangat achievement bukanlah pencari tepuk tangan. Mereka tidak haus pujian atau sorotan. Kepuasan mereka lahir dari kesadaran bahwa usaha terbaik telah dikerahkan, dan hasilnya nyata. Inilah yang kita sebut high achievers—bukan demi kesombongan, melainkan karena ada kebahagiaan intrinsik dalam menaklukkan tantangan dan memberi makna.  


High achievers tidak puas dengan hasil “cukup.” Mereka ingin panen padi bukan sekadar 5–6 ton/ha, melainkan mendekati 10 ton seperti petani unggulan dunia. Jika berolahraga, targetnya bukan sekadar ikut, melainkan menembus semifinal, bahkan lebih.  


Dalam membangun industri, mereka menolak efisiensi seadanya. Standar mereka mendekati negara maju. Jika Vietnam mampu menata ekspor pangan dari hulu ke hilir dengan pelabuhan khusus, mengapa kita masih puas dengan sistem umum yang lambat dan rapuh?  


Menjadi high achiever bukan berarti sombong. Justru ciri utama mereka adalah keinginan untuk terus berkembang, bahkan tanpa disaksikan orang lain. Kepuasan datang bukan dari tepuk tangan, melainkan dari keyakinan bahwa mereka telah memberi versi terbaik dari dirinya.  


Mari kita bergabung dengan barisan mereka—orang-orang yang berani bermimpi, dan mampu mewujudkan.

Komentar

Postingan Populer