Saling mengerti
“Saling Mengerti”
Andai semua bisa saling mengerti,
langit tak perlu selalu biru,
cukup hati yang teduh—itu sudah damai.
Namun mengerti bukan perkara ringan,
sebab kita lahir dari luka yang berbeda,
tumbuh dari cerita yang tak sama arah.
Apa yang bagimu candaan,
mungkin bagiku luka lama yang belum reda.
Tulisan pun kadang menipu,
tak bisa bawa nada lembut,
tak ada mata yang berkata,
"aku cuma ingin dimengerti."
Saat hati sedang jatuh,
semua terasa salah arah,
kata jadi senjata,
niat baik pun disangka ancaman.
Tapi jika kita mau sejenak berhenti,
mencari salah bukan di luar—
melainkan dalam diri…
maka dunia perlahan melembut,
dan luka menemukan pelipur.
Saling mengerti bukan soal benar atau kalah,
tapi soal berjalan bersama,
meski pijakan kita tak selalu sama.
Karena dunia akan jadi lebih cerah,
bukan karena semua setuju,
tapi karena semua bersedia…
untuk mengerti,
dan mau dimengerti.



Komentar