Doa satir untuk negeri
*"Doa Satir untuk Negeri"*
Kita takkan mencaci negeri sendiri,
Karena di tanah ini darah kita tertanam,
Langitnya saksi doa-doa setiap hari,
Dan tanahnya pijakan langkah harapan.
Kita tak membenci para pemimpin,
Hanya... kadang bingung, apakah mereka mendengar?
Yang kita benci bukan orangnya,
Tapi kebijakan yang buat rakyat meringis walau coba tegar
Kita bersuara, bukan untuk ribut,
Tapi karena cinta, yang kadang sesak di dada,
Kita ajukan ide, usulan, dan mimpi-mimpi,
Meski sering ditanggapi seperti angin lalu saja.
Jika tetap salah arah dan buta telinga,
Apa daya... kita cuma bisa berdoa:
"Ya Tuhan, kalau memang harus salah terus,
Salah sekalian, biar cepat selesai deritanya!"
Karena tak sanggup lihat negeri remuk redam,
Tak sanggup lihat anak cucu gigit tulang,
Kami berdoa... dengan getir dan harap
Semoga yang salah cepat dibenarkan,
Atau kalau tak bisa... ya cepat ditinggalkan.
Biar yang cinta negeri bisa kembali menanam harapan.



Komentar