Perbandingan Program Makan Gratis

 

Perbandingan Program Makan Gratis: 4 Raksasa Populasi Dunia






​Program makan siang sekolah di negara berpenduduk besar (China, India, AS, dan Indonesia) memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal target, pendanaan, dan biaya perporsi. Lihat tabel dibawah 


Sumber Pembiayaan & Anggaran

  • Amerika Serikat: Dana utama dari Departemen Pertanian (USDA). Di tingkat lokal, distrik sekolah mengelola dana tersebut. Ada sistem subsidi: yang kaya bayar penuh, yang menengah bayar sebagian, yang miskin gratis.
  • China: Dana dari Pemerintah Pusat melalui program perbaikan nutrisi pedesaan. Di kota besar, orang tua membayar sendiri melalui kantin sekolah.
  • India: Patungan antara Pemerintah Pusat (60%) dan Negara Bagian (40%). Dana ini masuk dalam payung kementerian pendidikan dan kesejahteraan sosial.
  • Indonesia: Direncanakan melalui Badan Gizi Nasional dengan alokasi APBN yang sangat besar (diperkirakan Rp71 Triliun untuk tahap awal), yang diskusinya bersinggungan dengan anggaran pendidikan.

Sumber Pembiayaan & Anggaran

  • Amerika Serikat: Dana utama dari Departemen Pertanian (USDA). Di tingkat lokal, distrik sekolah mengelola dana tersebut. Ada sistem subsidi: yang kaya bayar penuh, yang menengah bayar sebagian, yang miskin gratis.
  • China: Dana dari Pemerintah Pusat melalui program perbaikan nutrisi pedesaan. Di kota besar, orang tua membayar sendiri melalui kantin sekolah.
  • India: Patungan antara Pemerintah Pusat (60%) dan Negara Bagian (40%). Dana ini masuk dalam payung kementerian pendidikan dan kesejahteraan sosial.
  • Indonesia: Direncanakan melalui Badan Gizi Nasional dengan alokasi APBN yang sangat besar (diperkirakan Rp71 Triliun untuk tahap awal), yang diskusinya bersinggungan dengan anggaran pendidikan.

​Food Cost vs. Ongkos Masak (Komposisi Harga)

  • India: Menekan biaya se-ekstrim mungkin. Bahan baku (beras/gandum) diberikan gratis oleh Bulog-nya India. Biaya tunai hanya untuk bumbu, sayur, dan upah masak yang sangat rendah (tenaga sukarela/ibu rumah tangga lokal).
  • Amerika: Biaya tinggi karena standar keamanan pangan yang ketat. Sekitar 45% dana untuk bahan makanan, 45% untuk gaji staf kantin yang profesional, sisanya operasional.
  • Indonesia: Target Rp15.000 mencakup bahan baku gizi seimbang (karbohidrat, protein hewan, sayur, buah) dan biaya operasional distribusi.

​Sisi Komersial: Apakah Ada yang Ambil Untung?

​Ini adalah poin krusial dalam artikel Anda:

  • Model AS: Sering menggunakan perusahaan katering swasta (seperti Aramark atau Sodexo). Ada kontrak bisnis, sehingga ada margin keuntungan bagi perusahaan pengelola.
  • Model India: Mayoritas non-komersial. Dikelola oleh komite sekolah atau organisasi nirlaba raksasa (seperti Akshaya Patra) yang bekerja berdasarkan donasi dan subsidi pemerintah tanpa mencari profit.
  • Model China: Banyak menggunakan vendor katering terpusat yang diawasi ketat. Ada potensi komersial, namun pengawasan korupsi di China sangat keras untuk urusan perut anak sekolah.
  • Model Indonesia: Rencananya menggunakan Satuan Pelayanan di tiap daerah yang melibatkan UMKM dan koperasi lokal. Tujuannya agar uang berputar di masyarakat bawah, namun tantangannya adalah pengawasan agar kualitas makanan tidak "disunat" demi keuntungan oknum.

​Poin Kesimpulan Artikel Anda:

​Indonesia adalah satu-satunya negara dari 4 raksasa ini yang mencoba memberikan makan gratis hingga ke jenjang SMA, Balita, dan Ibu Hamil secara masif dalam satu program tunggal. Jika China dan India fokus pada "penghapusan kelaparan di desa", Indonesia mencoba melompat langsung ke "peningkatan kualitas gizi nasional".


Hsl koborasi dgn AI Gemini


India: Laporan tahunan PM POSHAN (Ministry of Education, Govt. of India)

​Amerika: Data National School Lunch Program dari USDA.

​China: Laporan Rural Education Action Program (REAP) dan data pemerintah pusat China

​Indonesia: Data resmi paparan Badan Gizi Nasional dan draf APBN 2025.


​TABEL Perbandingan Target & Biaya (Meal Cost)

Skala Program

Est. Biaya per Porsi (IDR)

China

Siswa pedesaan miskin (hanya SD-SMP)

~40 Juta siswa

Rp9.000 – Rp11.000

India

Sekolah Negeri & Bantuan (hanya kls 1-8)

~118 Juta siswa

Rp3.000 – Rp5.000

Amerika

Siswa dari keluarga miskin (K-12)

~30 Juta siswa

Rp60.000 – Rp75.000

Indonesia

PAUD - SMA, Pesantren, Bumil & Balita

~82,9 Juta (Target)

Rp15.000





Komentar

Postingan Populer